Cara Mempercepat Loading Website Toko Online WordPress

Mempercepat loading website sangat penting, apalagi untuk Toko Online. Untuk toko online berbasis WordPress+WooCommerce, kita punya akses penuh untuk mengoptimalkannya.

Mengapa Toko Online kita harus cepat loadingnya?

Toko online yang loadingnya lambat berpotensi kehilangan pengunjung, apalagi koneksi internet masyarakat Indonesia tidak semuanya lancar. Sebagian besar pengguna internet sekarang adalah pengguna mobile (smartphone), tentunya menggunakan koneksi dari operator seluler, bukan via fiber optik seperti Indihome atau MyRepublic.
Karena tidak semua jaringan seluler bagus, kita harus mempunyai toko online yang lancar dibuka dari mana saja.

Fast Loading

Cara Mempercepat Loading Website WordPress

Jika ingin mempercepat loading toko online berbasis WordPress/WooCommerce, ikuti langkah-langkah berikut ini.

Gunakan Gambar Secukupnya

Gambar yang terlalu banyak atau gambar dengan resolusi tinggi berpotensi memperlambat proses loading.
Saran kami gunakan editor foto untuk memperkecil ukuran foto produk, bisa juga menggunakan peralatan online untuk memperkecil ukuran gambar, seperti: compresspng.com atau tinyjpg.com

Kurangi Jumlah Request

Semakin banyak file yang diload, semakin lama. Apalagi kalau banyak file css dan javascript extrernal, ini sangat berpotensi memperlambat web.

Lakukan evaluasi

Kita bisa gunakan Tools dari GTMetrix untuk melihat bagian mana dari web kita yang bisa diperbaiki.
Pada GTMetrix kita bisa melihat Pagespeed score, kecepatan loading dll.
Juga ada fitur memperkecil gambar tanpa mengurangi kualitas gambar tersebut.

Gunakan Plugin Cache

Plugin cache bisa menghemat resource server, juga bisa mengoptimalkan dari sisi browser user juga.
Karena umumnya sudah menggunakan fitur browser cache, cara kerjanya yaitu file static seperti gambar, CSS dan JS akan tersimpan pada cache browser, sehingga untuk loading halaman kedua dan seterusnya tidak perlu mengambil dari server.

Daftar Plugin Cache WordPress

Untuk Plugin Cache, silahkan salah satu dari plugin ini.
– WP Super Cache
– Autoptimize
– Litespeed Cache
– W3 Total Cache
– WP Rocket (premium)
– WP Fastest Cache
– Hyper Cache
– Comet Cache
– Cachify

Kami sendiri (KIOSTA), menggunakan plugin Litespeed Cache, sebelumnya pun pernah menggunakan plugin cache yang lain.
Dari segi fitur, semuanya hampir sama, semuanya menurut kami bagus. Ini karena rekomendasi dari hosting saja yang kebetulan pake Litespeed.

Fungsi plugin Cache ini yaitu membuat salinan halaman HTML statis dari halaman WordPress kita.

Jadi jika ada banyak yang mengakses toko, akan lebih cepat loadingnya karena tidak perlu memproses halaman setiap kali ada orang yang membuka.

Analogi sederhananya WordPress itu ibarat project PhotoShop, dimana setiap layer atau komponennya terpisah.

Dan plugin Cache ini membuat salinannya berupa gambar statis seperti JPG atau PNG, yang relatif lebih cepat loadingnya, namun tidak bisa diubah.

Selain jadi file statis, juga banyak yang digabungkan dan diperkecil. Dan plugin cache ini juga bisa jadi solusi untuk mengurangi jumlah request, karena file CSS dan JS yang berceceran bisa digabungkan.

Gunakan Fitur AMP

AMP yaitu Accelerated Mobile Pages, yaitu halaman mobile yang dipercepat. Dengan fitur ini, akan mempercepat loading web terutama jika kita menggunakan pencarian Google pada smartphone.
Kami (Kiosta Commerce) juga menggunakan AMP dengan cara menginstall plugin AMP, inilah perbandingan loading dari GTMetrix untuk website Kiosta tanpa AMP vs Kiosta dengan AMP.

Terlihat jelas ada kenaikan permorma yang signifikan, terlebih jika langsung dari pencarian Google. Jauh lebih cepat karena yang dibuka adalah salinan website kita yang ada pada server Google, cobalah cari Kiosta Commerce di Google menggunakan smartphone, dan lihat bagaimana kecepatan loadingnya.