Panduan E-Commerce Marketing: Membuat Buyer Persona

Panduan Ecommerce Marketing kali ini adalah tentang buyer persona, jika toko online anda menjual produk spesifik. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita berkenalan dulu dengan Buyer Persona.

Personal

Apa Itu Buyer Persona?

Buyer persona adalah karakter fiktif untuk menggambarkan target market produk anda.

Buyer persona bisa dikatakan sebagai tokoh fiktif yang dengan sengaja diciptakan dengan karakteristik tertentu, yang mewakili sebagai konsumen suatu produk. Buyer persona ini mewujudkan siapa konsumen yang paling tepat untuk produk anda, bagaimana kepribadiannya, bagaimana sifatnya, bahkan bagaimana ia akan mengambil suatu keputusan.[1]

Contoh Buyer Persona

Berikut contoh buyer persona untuk target market Kiosta Commerce.

NamaJoko Susanto
Umur32 Tahun
Minat/HobbyCoding, Menonton Film, Membaca
PekerjaanBlogger
SkillBlogging, SEO, WordPress
MasalahAdSense untuk blog tak lagi profitable, ingin mencoba jualan online dengan skill SEO
TargetMembuat toko online sendiri
NamaRama Fariza
Umur25 Tahun
Minat/HobbyNonton Anime
PekerjaanMantan pekerja kantoran yang ingin berwirausaha
SkillOffice, Komputer, Internet
MasalahBaru membuka toko online namun ternyata tak semudah yang dibayangkan
TargetToko online laris, banyak kunjungan dari mana saja
NamaAndi Suratno
Umur29 Tahun
Minat/HobbyTraveling, Game Mobile
PekerjaanSeller marketplace yang ingin membuat toko sendiri
SkillMengelola penjualan online
MasalahPersaingan harga di marketplace tidak masuk akal, banyak yang menjual jauh di bawah harga pasar
TargetMembuat toko sendiri agar harga tidak terpengaruh pasar

Manfaat Buyer Persona

Ada beberapa faedah yang kita bisa dapatkan jika kita membuat Buyer Persona, diantaranya

Berbicara Lebih Personal ke Target Market

Setiap produk punya target masing-masing, bahkan untuk produk dari satu produsen pun untuk jenis produk yang sama pun punya target market(segmentasi pasar) yang berbeda.

Contoh real:

Perusahaan Honda merilis motor baru yaitu Honda PCX, namun juga merilis Honda Beat, Honda Vario, Honda Scoopy dan CBR dengan berbeda tipe tiap tahunnya.

Honda Scoopy idealnya dipasarkan untuk anak muda, perempuan, masih sekolah dll.
Sedangkan Honda PCX untuk kalangan menengah ke atas[2], dan Honda Beat untuk kalangan pelajar dan Mahasiswa[3].

Dengan adanya buyer persona, kita bisa berkomunikasi dengan target market yang sesuai dengan cara yang lebih personal.

Contoh berbicara lebih personal lainnya yaitu saat memanggil pembeli.

Misalnya:

– Memanggil cewek dengan sebutan sist
– Memanggil wanita yang sudah menikah dengan kata bunda/bund
– Memanggil kak / kaka untuk target anak muda
– Memanggil gan atau agan jika target market sudah kenal lama dengan dunia internet

Panggilan lainnya, silahkan sesuaikan dengan produk anda.

Contoh:
– Jika target market kita ibu-ibu umur 25-15 tahun, maka akan cocok kalau kita membicarakan sinetron, bisa jadi konten kita seputar sinetron akan dishare oleh ibu-ibu tadi dan menjadi viral.
– Namun akan mendapat hujatan jika kita share tentang sinetron ke target market motor beat misalnya, atau ke target market pecinta sepakbola.
– Tidak lucu jika kita share joke anak muda ke segmen orang tua, begitu juga sebaliknya.

Memahami Masalah Pengguna Produk

Satu produk tidak bisa memecahkan masalah semua orang, setiap produk punya targetnya masing-masing.
Misalnya wanita muda yang masih sekolah, tentu umumnya kesulitan menggunakan motor Honda CB 150R.

Membuat atau Menjual Produk yang sesuai target pasar

Seperti pada contoh di atas (motor honda), beda tipe, beda target pasar, maka beda pula desainnya.
Misalnya produk Honda Scoopy tidaklah cocok jika dipakai oleh bapak-bapak berbadan besar, tapi untuk wanita yang masih sekolah, tentu saja cocok sekali.

Cara Membuat Buyer Persona

Membuat buyer persona bisa menggunakan Tool dari hubspot yaitu Make My Persona Tool

Make My Persona

Atau menggunakan form sederhanya yang berisi biodata seseorang pada umumnya. Buyer Persona ini tak harus sama, anda lebih tahu apa yang cocok untuk toko anda.

Langkah Setelah Ada Buyer Persona

Q: Jika sudah membuat buyer persona, selanjutnya apa lagi?

A: Langkah selanjutnya adalah buat konten, dan ajaklah buyer personamu sebagai lawan bicara.

Konten bisa dimana saja, baik di Blog, Help Center maupun Social Media Seperti Facebook dan Twitter.

Referensi

1. Apa itu Buyer Persona dan Cara Menentukannya Nugraha Eka Putra – Kumparan
2. Honda PCX – Wikipedia
3. 2 Contoh Segmentasi Pasar