Jualan di Marketplace vs Bikin Toko Online Sendiri



Ada banyak cara jual beli online, baik via sosial media, marketplace maupun membuat toko online sendiri.
Semuanya memiliki kekurangan dan kelebihan, namun yang kali ini kami bahas adalah tentang jualan via Marketplace dan Toko Online.

Jualan via Marketplace

Marketplace adalah pasar, tempat jual beli bagi banyak orang.. Banyak orang yang membeli, banyak juga yang menjual.
Marketplace online antara lain: Shopee, Bukalapak, Tokopedia, marketplace FJB, atau situs lain yang mengizinkan kita menggelar lapak sendiri dalam platformnya.

Kelebihan Marketplace

Banyak kelebihan nyang kita kita bisa manfaatkan dengan adanya marketplace ini, seperti:

Langsung bisa jualan

Tidak perlu membangun website sendiri, tidak perlu install apapun. Cukup daftar lalu posting produk, setelah itu pembeli langsung bisa menemukan produkmu.

Tak Perlu Modal

Tidak ada biaya untuk membuat toko layaknya toko online. Seperti yang kita tahu, untuk membuat toko online kita harus membeli domain hosting, sedangkan pada marketplace, kita cukup mendaftar saja.

Potensi langsung mendapat calon pembeli

Pengunjung marketplace adalah orang yang ingin mencari produk, atau dengan kata lain; orang yang sedang butuh. Jadi kemungkinan lakunya besar.

Bebas Biaya Iklan Keluar

Pada marketplace, kita bisa berjualan tanpa harus beriklan. Pihak marketplace yang melakukan promosi, dari mulai promosi Brand mereka, sampai memasang iklan produk pada mesin pencari dan retargeting iklan Facebook.


Kesimpulan; Jualan via marketplace sangat cocok untuk siapa saja, bahkan orang awam sekalipun. Tapi biarpun banyak keuntungannya, bukan berarti tidak ada kekurangannya, simak kekurangannya berikut.

Kekurangan Marketplace

Berikut kekurangan marketplace jika kita berposisi sebagai penjual.

Persaingan Harga

Seperti umumnya pasar, marketplace terdiri dari banyak sekali penjual. Jika kita mencari suatu produk, ada banyak sekali produk yang sama namun dengan harga berbeda.
Dan umumnya pembeli akan menggunakan filter untuk menemukan produk, misalnya mencari harga termurah, terdekat atau yang ongkirnya paling murah.

Pembeli tidak mengenal tokomu

Umumnya pembeli mencari produk termurah, atau yang tokonya reputasinya bagus, tak peduli nama tokonya.

Potensi repeat order minim

Karena pembeli tak mengenal nama toko(bisa jadi mengenal, tapi tetap mengutamakan faktor lain misalnya harga, reputasi atau ongkor kirim). Jika bulan kemarin membeli pada toko A, bulan ini membeli lagi di toko B, meskipun pada marketplace yang sama.

Uang Tertahan

Marketplace umumnya juga berlaku sebagai rekber(rekening bersama). Seperti umumnya rekber, adalah sebagai perantara bagi penjual dan pembeli.
Selama barang masih belum sampai ke tangan pembeli, uang kita masih tertahan oleh pihak marketplace. Belum lagi kalau terjadi sengketa, alih-alih mendapat keuntungan, dalam beberapa kasus sering kali marketplace memihak pembeli meski pihak penjual benar.

Persaingan tidak sehat

Penuh sesaknya pasar, ada kemungkinan terjadi persaingan tidak sehat. Seperti perang harga, sesama penjual saling menjatuhkan, atau ada oknum yang menggunakan kelemahan sistem, seperti: Membuat banyak toko duplikat dengan harga berbeda untuk mengecoh sistem, review palsu untuk meningkatkan reputasi dll.

Terikat Aturan Sistem

Adanya aturan yang mengikat, kita tidak bisa menjual semua produk. Ada produk tertentu yang tidak boleh kita jual via marketplace.
Pihak marketplace bisa saja menghapus produk, atau bahkan menghapus toko jika kita melakukan pelanggaran.


Sekiranya cukup untuk pembahasan kekurangan dan kelebihan marketplace, selanjutnya kita bahas tentang Toko Online.

Jualan via Toko Online Sendiri

Membuat tokomu sendiri dengan domain sendiri, baik dengan WooCommerce, Shopify, OpenCart atau yang lainnya. Intinya tokomu tidak bercampur dengan penjual lain.
Tentu saja ada tantangan, kelebihan dan kekurangan, mari kita mulai dengan kelebihannya:

Kelebihan Jualan via Toko Online

Kurang lebih ini adalah kebalikan dari kekurangan marketplace, namun bisa jadi ada poin yang berbeda, kelebihannya antara lain:

Tokomu Utuh Dengan Akses Penuh

Dengan membuat toko sendiri, anda punya nama brand sendiri. Nama tokomu juga bisa sejajar dengan marketplace, bukan dengan salah satu penjual pada marketplace tersebut.

Contoh kasus: Pada marketplace itemku vs GIMORI vs Unipin.
Itemku adalah marketplace, GIMORI dan Unipin bukan marketplace.
yang dikenal pada kalangan gamer (market dari 3 brand tadi) adalah nama ketiga brand ini, bukan nama toko dalam itemku.

Tidak ada Persaingan Harga

Selain tidak ada persaingan harga dalam internal tokomu, pembeli juga berani membayar dengan harga mahal, jika brandmu terpercaya.

Tidak Ada Dana Tertahan

Transfer uang pembeli bisa langsung masuk ke rekening anda jika menggunakan transfer bank. Jika menggunakan payment gateway, bisa jadi tertahan tapi tidak lama (tidak menunggu barang sampai).

Potensi Repeat Order

Karena toko anda penjual tunggal, jika ada repeat order maka tidak ke toko lain melainkan ke toko anda sendiri.

Scalable

Baik toko online maupun marketplace, keduanya sama-sama bisa promosikan menggunakan iklan berbayar seperti Facebook Ads atau Google Ads.
Tapi bagaimana jika kita mengiklankan produk kita di marketplace via iklan berbayar, tapi ternyata pembeli justru membeli dari toko lain yang harganya lebih murah? Sakit hati bukan?
Pendapat kami, mengiklankan produk marketplace via FB Ads sama saja mengiklankan Brand Marketplacenya. Dan itu seharusnya tidak kita lakukan karena pihak marketplace sudah melakukannya.

Siap Dengan Strategi Marketing Modern

Untuk mempromosikan toko online, kita bisa menggunakan strategi marketing dengan biaya minim namun efeknya jangka panjang. Strategi ini hanya Work jika kita punya brand atau nama sendiri.

Tidak terikat sistem lain

Kita sendiri yang memnentukan kebijakan atau aturan, termasuk diantaranya: Syarat dan ketentuan, kebijakan pengembalian dll.

Database Pelanggan

Dengan adanya sistem sendiri, kita memiliki database pelanggan sendiri. Baik yang sudah order, yang gagal order atau yang baru tertarik.
Dan database pelanggan ini bisa kita olah sesuai kebutuhan kita misalnya:
– Mengubah lead menjadi pembeli
– Pembeli melakukan repeat order
– Menggunakan email pelanggan untuk beriklan di FB Ads, misalnya membuat Look Alike Audience.
Dan itu sah-sah saja dan bukan spam, lagipula pelanggan kita adalah orang yang mengenal brand kita.

Kekurangan Toko Online

Toko online tentu saja mempunyai kekurangan, mari kita bahas kekurangannya:

Butuh Modal

Toko online membutuhkan modal awal seperti:
– Biaya Domain
– Sewa Hosting (Untuk toko berbasis WooCommerce/Magento/prestashop)
– Sewa Layanan (Jika menggunakan hosted service seperti Shopify)
– Biaya desain (Desain Grafis, Desain Toko Online)
– Biaya Promosi
Dan tentu saja modal tenaga yang nilainya mahal jika ditakar dengan uang.

Relatif Lama

Jika tokomu baru, kemungkinan tidak langsung mendapat order karena beberapa alasan ini:
– Nama toko belum terkenal
– Posisi pada mesin pencari seperti Google belum bagus

Butuh waktu berbulan-bulan bahkan lebih dari setahun untuk memenangkan halaman satu Google.
Juga membangun reputasi toko yang benar-benar baru butuh proses dan waktu yang relatif lama.

Butuh Skill dan Effort Lain

Markeplace itu seperti mie instant, segala sesuatunya sudah ada, melewati sekian banyak proses. Sebagai usernya cukup dengan memasak dengan waktu singkat.
Sedangkan membangun toko online sendiri butuh skill SEO, Copywriting, Branding, dan tentu saja skill manajemen toko onlne itu sendiri.

Jika modal minim, anda bisa melakukannya sendiri, dan jika banyak modal, langkah tersebut bisa didelegasikan ke orang lain. Tentu saja butuh effor dan biaya lain selain dari jualan itu sendiri.

Untuk menunjang hal ini, anda bisa mempelajari Strategi SEO untuk Toko Online WooCommerce dan Panduan WooCommerce

Kesimpulan

Akan lebih bijak jika kita menggunakan keduanya.
Kita bisa menggunakan marketplace untuk mencari profit jangka pendek, mengumpulkan modal, sambil membangun brand.
Contoh: Setiap ada order via marketplace, tawarkan diskon untuk order pada website anda untuk order berikutnya.

Sehingga order berikutnya pembeli ke toko anda, anda pun mendapat database pelanggan.
Dengan cara ini kita bisa menutup kekurangan antara keduanya, kemudian juga mendapat keuntungan dari dua sisi.

Theme Toko Online WooCommerce

KIOSTA adalah pengembang theme toko online dengan WordPress+WooCommerce.

Kami membuat theme berdasarkan ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan saat berjualan online dengan WordPress dan WooCommerce.
Tips, tutorial dan panduan lainnya juga kami sajikan agar semuanya bisa belajar mengelola toko online.