Mindset Jualan via Landing Page vs Toko Online



Tulisan ini dibuat bukan untuk membandingkan antara jualan online via landing page vs toko online. Tapi lebih ke pemahaman pola pikir sebelum terjun membuat toko online.

Sekilas Tentang Jualan via Landing Page

Adalah pola jualan umum yang sangat populer sejak maraknya iklan online menggunakan Facebook Ads. Cara jualannya cukup menampilkan satu produk pada landing page, kemudian mempromosikan landing page tersebut via iklan berbayar seperti Facebook Ads. Dalam dunia nyata, mungkin seperti sales door to door, atau pedagang keliling yang hanya menawarkan satu produk.

Sekilas Tentang Toko Online

Dalam pembahasan ini yaitu; kita membuat toko dengan banyak produk. Dalam dunia offline, mungkin seperti minimarket, restoran, toko baju atau toko lain dengan sistem kasir.


Kesimpulan, dari penjelasan tersebut, jelaslah keduanya sangat berbeda, dari cara berjualan sampai jangka waktunya pun berbeda, bisa jadi justru berbalik arah 180 derajat.
Mungkin dengan tabel ini akan lebih jelas perbedaanya.

Landing PageToko Online
Sumber trafikIklan berbayarDari berbagai sumber
Jumlah ProdukSedikitBanyak
Jangka waktuSingkatLama
Margin profitBanyakSedikit
Target konsumenPembeli lepasPelanggan tetap
GoalProfit tiap penjualanProfit jangka panjang

Sekilas tujuannya hampir sama, untuk mencari keuntungan dari penjualan. Tapi berdasarkan tabel, kita bisa melihat bahwa sebenarnya keduanya saling berseberangan. Dan kita sangat sulit untuk menggabungkan keduanya, contohnya seperti ini:
– Sangat sulit mencari pelanggan tetap apabila kita menentukan margin profit yang besar.
– Pasang iklan FB Ads tapi margin profitnya kecil, kemungkinan besar malah rugi.

Untuk itu, jika anda sebelumnya adalah sales online yang sebelumnya menjual produk via FB Ads+Landing page, maka harus menyadari bahwa ini sangat berbeda.

Bagaimana Sebuah Toko Online Bertahan dengan margin tipis?

Analoginya seperti minimarket, tiap penjualan kopi 1 sachet 25 gram, toko tersebut mendapat keuntungan 300 rupiah.
Tapi tiap orang yang datang tak cukup membeli satu sachet kopi, umumnya keranjang belanja pembelinya berisi banyak produk. Pengunjung toko yang datang tanpa iklan berbayar pun terus datang setiap harinya, sehingga dalam satu hari bisa terjadi ratusan order dari ratusan customer pula.

Misalnya dalam satu hari terjual 100 sachet kopi, maka toko tersebut mendapat untung Rp. 300 x 100 = Rp. 30.000,-
Dan itu baru dari kopi, belum dari produk yang lain.
Jika toko kita semakin besar, dan semakin banyak pilihan produk, tentu saja potensi penjualannya semakin besar.

Untuk toko online, tentunya potensinya lebih besar, karena jangkauannya lebih luas, juga profit tiap produk umumnya lebih besar dari harga produk retail umumnya.

Oleh karena itu, cara marketingnya pun berbeda. Cara marketing landing page bisa jadi bisa work, namun kurang efisien, untuk metodenya ada di pembahasan yang lain.

Theme Toko Online WooCommerce

KIOSTA adalah pengembang theme toko online dengan WordPress+WooCommerce.

Kami membuat theme berdasarkan ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan saat berjualan online dengan WordPress dan WooCommerce.
Tips, tutorial dan panduan lainnya juga kami sajikan agar semuanya bisa belajar mengelola toko online.