Estimasi Bikin Toko Online Sendiri Pakai WooCommerce



Jika kita mencari jasa pembuatan website untuk toko online, tentunya ada harga yang tidak sedikit. Umumnya sekitar 5 juta rupiah[1], meski masih lebih murah daripada menyewa kios untuk toko offline, akan jauh lebih murah jika kita membuat sendiri toko online dengan WooCommerce.

Berapa Estimasi Biaya Toko Online

Jika kita membuat toko sendiri, maka seperti membeli makanan di warung makan, jadi kita membayar sesuai yang kita makan saja, dalam toko online, kita hanya membayar fitur yang diperlukan saja.

Biaya Minimal

Jika baru memulai, saran kami gunakanlah alat seminimal mungkin, jika sudah maju dan butuh fitur tambahan, gunakanlah fitur tambahan gratis, jika tidak ada yang gratis baru pakai yang berbayar.

Perlu diketahui bahwa WooCommerce tidak bisa kita install di WordPress.com gratisan, oleh karena itu kita harus membeli domain sendiri untuk nama toko, dan sebuah web hosting untuk menaruh file dan menginstall WooCommerce.

Inilah price list toko online WooCommerce:

Domain .com = Rp. 150.000 – Rp. 200.000 (Domain ekstensi lain bisa lebih murah atau bahkan lebih mahal)
Hosting = Termurah Rp 180.000 (Rumahweb), bisa lebih murah atau bahkan gratis pada layanan hosting lain.
CMS WordPress = GRATIS
Plugin WooCommerce = GRATIS
Plugin Pendukung = GRATIS
Theme WordPress bawaan = GRATIS

Jadi estimasi awal sekitar 150.000 + 180.000 = Rp. 330.000
Itu bisa lebih ringan jika bayar hosting per bulan, ada yang mematok harga cuma 25.000 per bulan, jadi saat memulai cukup menyediakan uang Rp. 150.000+25.000 = Rp. 175.000

Iya benar 175.000, jauh lebih mahal tarif minimal internet bulanan.

Angka Rp. 175.000 tentu saja sangat kecil daripada biaya untuk buka toko offline, untuk menyewa tempat tak cukup Rp. 10.000.000,- untuk bayar listriknya pun jauh lebih mahal dari sewa hosting bulanan.
Belum lagi harus stok barang fisik untuk display toko, tentu saja isinya lebih dari itu, sedangkan untuk toko online, kita tak harus punya tempat untuk display produk.

Fitur Minimal

Dengan budget minimal seperti yang kami sebutkan sebelumnya, itu sudah cukup untuk membuat toko online dengan Theme bawaan WordPress, serta plugin pendukung gratis, yang kami rekomendasikan seperti:

– YOAST SEO
– Cache (Autoptimize, WP Super Cache, Litespeed Cache)
– Woongkir (Plugin hitung ongkos kirim)
– Rajaongkir API (Versi Gratis)
Plugin dari KIOSTA

Dengan alat tersebut sudah jadi toko online minimalis, namun fiturnya sudah cukup untuk menjadi sebuah toko online.
Jika belum punya ilmu dalam membuat dan mengelolanya, kami sudah membuat panduannya.

Panduan WooCommerce

Theme Toko Online

Yang tak kalah penting adalah tampilan atau desain toko online, sebagai langkah awal kita bisa menggunakan theme gratis yang bisa diunduh via Dashboard WordPress. Namun, WordPress sendiri awalnya adalah platform untuk Blogging, jadi kebanyakan themenya adalah untuk keperluan Blog.
Desain rumah tentu berbeda dengan desain toko, begitu juga desain blog, tentu saja berbeda dengan desain toko online.
Oleh karena itu, kita membutuhkan desain khusus toko online yang memang dioptimalkan untuk menjual.

Jadi kami mempunyai pilihan desain toko online yang mungkin bisa meningkatkan konversi penjualan tokomu.
Silahkan lihat demo dari theme toko online berikut ini:


Referensi

1. Estimasi Harga Pembuatan Website Berdasarkan Jenisnya

Theme Toko Online WooCommerce

KIOSTA adalah pengembang theme toko online dengan WordPress+WooCommerce.

Kami membuat theme berdasarkan ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan saat berjualan online dengan WordPress dan WooCommerce.
Tips, tutorial dan panduan lainnya juga kami sajikan agar semuanya bisa belajar mengelola toko online.