CRO? Apa itu Conversion Rate Optimization?



Dalam dunia internet marketing, mungkin kita lebih sering mendengar istilah SEO daripada CRO, terutama jika anda memulai internet marketing dengan cara menjadi blogger.

Tapi jika kita fokusnya jualan online dengan website sendiri, maka kita seharusnya mengenal dan mempraktekkan CRO, sama seperti mempraktekkan SEO pada blog atau website pada umumnya.

Conversion Rate Optimization ini sangat penting, terutama untuk toko online. Ini harus diterapkan sebelum memulai promosi.

Sebelum lebih jauh, mari kita mengenal Conversion Rate terlebih dahulu.

Apa itu Conversion Rate

Conversion Rate artinya adalah Rasio Konversi, yaitu rasio (persentasi) jumlah konversi, maksud dari konversi adalah bagaimana kita mengubah sesuatu yang mentah menjadi lebih matang.
Contoh konversi pengunjung menjadi lead, konversi pengunjung menjadi subscriber atau konversi pengunjung menjadi pembeli dll.

Konversi tidak harus menjadi penjualan, tapi karena KIOSTA adalah developer toko khusus toko online, maka kita bahas tentang konversi penjualan agar topiknya tidak melebar

Contoh kasus:
Ada 10000 pengunjung Toko Gabento tapi yang membeli hanya 200 orang.

Maka nilai Conversion Ratenya adalah persentasi jumlah pembelian dari total pengunjung.

200/10000 x 100 = 2%

Dari contoh kasus di atas kita bisa menyimpulkan Conversion Rate Toko Gabento adalah 2%

Arti Conversion Rate Optimization

Arti dari istilah CRO yaitu usaha atau upaya untuk menaikkan angka Conversion Rate menjadi lebih baik. Jadi dengan pengunjung yang sama, tapi angka penjualan lebih baik.

Bayangkan jika sebuah toko online tapi pakai trafik berbayar, banyak yang klik iklan tapi Conversion Ratenya rendah. Maka yang terjadi melambungnya ongkos iklan atau dikenal dengan istilah Bounce of the Cost alias Boncos.

Itulah mengapa CRO ini sangat penting terutama untuk praktisi toko online mandiri. Untuk toko yang berada di Marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, maka tidak perlu melakukan CRO karena itu urusan pihak Marketplace.

CRO Untuk Toko Online

Jika kamu praktisi toko online, maka jangan sampai melewatkan hal yang sangat penting ini.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempraktekkan CRO ini, kebanyakan prosesnya pada seputar desain dan user interface.

Diantaranya:

Optimisasi tombol Call to Action (CTA)

Dalam toko online, Call to Action adalah tombol Beli Sekarang atau Add to Cart
– Pastikan posisinya berada di above the fold
– Gunakan warna kontras, berbeda dengan warna theme
– Pastikan jumlahnya sedikit, jangan beri opsi kedua untuk pembelian
– Pastikan tidak ada tombol lain yang mengganggu
– Letakkan tombol secara floating di tampilan mobile
Lihat saja tampilan toko seperti Shopee dan Tokopedia, khusus di bagian produk. Tidak ada tombol yang jelas kecuali tombol Beli.
Kurang lebih seperti ini

Hasana
Contoh Optimisasi CTA di Theme Hasana https://demo.kiosta.com/hasana/product/baterai-aa/

Atau di sini

Indocommerce
Contoh CTA pada Theme https://demo.kiosta.com/indocommerce/product/dvd-kata-mutiara/
Gunakan Navigasi Sederhana

Gunakan navigasi atau tombol menu dll yang sederhana, agar tidak mengganggu fokus calon pembeli.

Gunakan Teknik Scarcity

Gunakan psikologi pengunjung agar cepat membeli, misalnya dengan Diskon terbatas waktu, stok terbatas, flash sale, atau dengan hitungan mundur di halaman diskon.

Untuk penerapan praktisnya kita akan bahas pada lain waktu, kami akan mengupdate post ini dengan langkah praktis.

Theme Toko Online WooCommerce

KIOSTA adalah pengembang theme toko online dengan WordPress+WooCommerce.

Kami membuat theme berdasarkan ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan saat berjualan online dengan WordPress dan WooCommerce.
Tips, tutorial dan panduan lainnya juga kami sajikan agar semuanya bisa belajar mengelola toko online.